Gejala yang Timbul Akibat Kelebihan Asam Lambung

Asam lambung adalah cairan alami yang ada di lambung dan berfungsi untuk mencerna makanan dan juga membunuh bakteri berbahaya yang ikut tertelan lewat makanan. Tapi, jika jumlah asam lambung meningkat maka akan ada gejala yang bisa membahayakan tubuh.

Dikutip dari lifestyle.okezone.com, terdapat 3 gejala yang akan timbul ketika lambung kelebihan asam. Gejala ini muncul secara bertahap mulai dari yang ringan hingga yang berat. Semakin tinggi kadar asam lambung, maka akan semakin berbahaya untuk kesehatan. Maka dari itu, mari kita kenali gejala yang timbul akibat kelebihan asam lambung.

Gejala yang Timbul Akibat Kelebihan Asam Lambung

Gejala yang Timbul Akibat Kelebihan Asam Lambung

Gejala ringan
Rasa tidak nyaman diperut menjadi salah satu gejala ringan dari kelebihan asam lambung. Selain itu, timbul juga gejala lainnya seperti perut kembung, sering bersandawa dan merasa mulas namun bukan diare. Biasanya gejala ini timbul ketika orang telat makan atau terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gas. Dari fase ini, pasien juga kerap buang angin dengan intnsitas yang lebih sering dari saat normal.

Gejala lanjutan
Di fase ini, tidak hanya merasa kembung atau mulas tetapi juga merasa sakit di bagian perut sebelah kiri tepatnya dibagian lambung. Jika sudah semakin parah, keadaan ini akan menyebabkan Gastrointestinal Reflux Disease (GERD). Gejala ini adalah tanda asam lambung sudah mulai naik ke saluran esofagus atau kerongkongan. Jika hal ini terjadi tanda yang disarakan seolah bagian dada terbakar atau merasa panas dalam.

Gejala darurat
Yang paling parah adalah gejala naiknya asam lambung yang sudah melukai bagian lapisan mukosa dalam lambung. Ini adalah gejala luka, artinya lambung sudah menjadi luka karena asam lambung yang terus menggerus lapisan terluar dari lambung. Hal ini tidak bisa terus didiamkan karena jika dibiarkan lama maka lambung bukan hanya terluka tapi bisa menyebabkan kebocoran lambung. Jika hal ini terjadi pastinya keadaan ini bukan hanya mengancam kesehatan lambung tetapi juga keselamatan jiwa Anda

Itulah tahapan-tahapan gejala yang timbul akibat kelebihan asam lambung. Semoga artikel kesehatan ini bisa membantu Anda dan menjadi informasi yang bermanfaat untuk Anda semua.

|Gejala yang Timbul Akibat Kelebihan Asam Lambung

Menu Makanan yang Bisa Mengganggu Pencernaan Anda

Sistem pencernaan pada tubuh sangat penting bagi kesehatan seluruh anggota tubuh. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan berfungsi sebagai pencerna makanan yang kita konsumsi sehari-hari dan menyerap nutrisi yang kemudian didistribusikan keseluruh tubuh. Sehingga, apabila sistem pencernaan kita terganggu, maka akan muncul berbagai gangguan kesehatan lain.

Baca Juga: Pengobatan Sakit Asam Lambung

Terjadinya gangguan kesehatan pada sistem pencernaan juga bisa disebabkan oleh makanan yang kita makan. Maka dari itu, mari kita kenali beberapa menu makanan yang bisa mengganggu pencernaan anda.

Menu Makanan yang Bisa Mengganggu Pencernaan

Menu Makanan yang Bisa Mengganggu Pencernaan Anda

Makanan tinggi lemak
Makanan yang digoreng dapat meningkatkan asam lambung dan perut akan terasa panas. Apabila tinja berwarna pucat itu pertanda ada lemak berlebih didalam perut. Sehingga, bagi penderita iritasi usus besar sebaiknya hindarilah makanan tinggi lemak termasuk mentega dan krim.

Cabai rawit
Tim McCashland, MD, seorang ahli pencernaan di University of Nebraska Medical Center, di Omaha menyatakan bahwa masakan pedas dapat menurunkan tekanan otot dibagian bawah kerongkongan dan membuat asam lambung keluar ke kerongkongan. Apabila terlalu banyak makan cabai rawit, perut akan menjadi mulas. Hal ini bisa menjadi masalah bagi orang yang mengalami iritasi usus besar atau yang menderita maag kronis.

Susu
Kandungan laktosa pada susu dapat menyebabkan diare, kembung dan kram perut. Alergi terhadap laktosa sudah menjadi masalah umum dan tidak baik jika diminum orang yang memiliki masalah pada enzim laktasenya. Enzim laktase ini berfungsi untuk memecah laktosa didalam usus.

Alkohol
Alkohol dapat melemahkan lambung sehngga membuat perut menjadi mulas dan asam lambung meningkat. Selain itu, minuman beralkohol juga dapat memecah nutrisi yang telah diserap. Terlalu banyak minum alkohol dapat menyebabkan diare dan kram perut.

Buah Barries
Meski buah ini baik untuk kesehatan, namun bisa dikonsumsi secara berlebihan, hal ini dapat memicu masalah pada usus besar seperti radang atau infeksi.

Baca Juga: Khasiat dan Manfaat Bunga Wijaya Kusuma Bagi Kesehatan

Coklat
Hasil dari sebuah penelitian ditahun 2005, menunjukkan bahwa coklat bisa menjadi masalah pada pasien yang mengalami iritasi pada usus besar atau mengalami sembelit kronis. Meski coklat memberikan manfaat bagi kesehatan, namun bagi penderita alergi susu sebaiknya hindari makan coklat karena dapat menyebabkan kram perut, kembung dan diare.

Minuman bersoda
Jenis minuman ini dapat membuat asam lambung terbatas di dalam perut sehingga menyebabkan diare dan kram.

Jagung
Meski jagung kaya akan serat, namun jagung juga mengandung selulosa atau jenis serat yang sulit dihancurkan. Kita tidak memiliki enzim untuk memecahkan selulosa dengan cepat. Maka dari itu, jangan konsumsi jagung secara berlebihan.

Nah itulah beberapa daftar makanan yang dapat mengganggu pencernaan Anda. Sebaiknya kurangi asupan makanan-makanan diatas untuk menjaga kesehatan pencernaan Anda.

| Menu Makanan yang Bisa Mengganggu Pencernaan Anda

Benarkah Napas Bau Menjadi Gejala Awal Kanker Lambung?

Akhir-akhir ini para peneliti mengaitkan napas bau dengan penyakit dalam yaitu kanker lambung. Dalam sebuah penelitian menunjukkan hasil yang akurat mencapai 90% bahwa napas bau mengindikasikan adanya kanker lambung pada 130 penderita.

Baca Juga: Obat Asam Lambung

Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan tes napas dengan sebuah sensor nanomaterial untuk menganalisis zat kimia apa saja yang dikeluarkan dari napas. Bila terdapat zat kimia unik yang mengakibatkan napas bau, maka dapat diindikasikan adanya kanker lambung.

Napas Bau Menjadi Gejala Awal Kanker Lambung

Metode tes napas ini disebut dengan discriminant factor analysis (DFA) pattern recognition atau pengenalan pola analisisi faktor dirskirminan. Penggunaan sensor yang mengandung nanometerial mikroskopik ini bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya partikel biomarker dari hembusan udara yang dikeluarkan dari napas.

Pola zat kimia dari napas dapat mendeteksi perbedaan bau napas yang disebabkan oleh makanan yang dimakan sebelumnya ataupun dari konsumsi tembakau. Penemuan ini juga dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mendiagnosis kanker lambung, menggantikan endoskopi yang notabene membutuhkan biaya yang mahal dan waktu yang lama.

Baca Juga: Tips Memilih Kopi yang Aman Untuk Kesehatan Lambung

Biasanya, kanker lambung terdeteksi saat sudah pada stadium lanjut sehingga penderita terlambat mendapatkan pengobatan. Banyak penderita yang tidak menyadari jika terkena kanker lambung sebab gejalanya yang mirip dengan sakit pencernaan lainnya seperti mulas atau sakit perut.

Menurut direktur penelitian klinis di Cancer Research, Kate Law, hanya satu dari lima penderita kanker lambung yang melakukan pengobatan dengan operasi. Sisanya sudah terlambat ditangani.

Deteksi dini kanker lambung dapat memberikan harapan hidup yang lebih besar bagi penderitanya. Oleh karena itu, jangan sepelekan setiap gejala yang muncul. Dan sebaiknya anda hindari berbagai pemicu dan penyebab timbulnya penyakit lambung untuk menjaga kesehatan organ lambung anda.

| Napas Bau Menjadi Gejala Awal Kanker Lambung

Cara Mendeteksi Dini Penyakit Dilihat dari Ciri-Ciri Feses

Feses dapat mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lainnya. Feses adalah sisa dari isi perut yang dapat memberikan informasi tentang adanya masalah pada perut, usus atau bagian lain dari system pencernaan anda. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang menderita penyakit, maka secara otomatis akan diikuti dengan perubahan pada fesesnya, baik bentuk, warna, tekstur dan juga aroma.

Baca Juga: Obat Asam Lambung

Dengan mengetahui lebih dini penyakit yang anda idap, itu menjadi langkah yang sangat baik untuk mendapatkan penangan yang tepat dan cepat. Berikut ini cara mendeteksi dini penyakit dilihat dari ciri-ciri feses.

Cara Mendeteksi Dini Penyakit Dilihat dari Ciri-Ciri Feses

Cara Mendeteksi Dini Penyakit Dilihat dari Ciri-Ciri Feses

  • Berdasarkan warnanya

> Warna hijau menunjukkan adanya masalah pada empedu, infeksi bakteri atau adanya peradangan pada usus. Meski begitu, jangan terlalu kawatir karena warna hijau pada feces juga bisa terjadi jika menjalani gaya hidup vegetarian.
> Merah menunjukkan adanya perdarahan pada usus atau daerah sekitar anus, misalnya penyakit ambeien, polip, dan lainnya.
> Hitam menunjukkan adanya perdarahan pada lambung atau tenggorokan
> Putih menunjukkan adanya masalah kesehatan pada hati, misalnya: penyakit hepatitis.

  • Berdasarkan bentuknya

Feses yang sehat memiliki bentuk silinder dan teksturnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak serta tidak menyebabkan sakit ketika dikeluarkan. Oleh karena itu segera waspadai jika bentuk feses anda mencurigakan, misalnya: seperti kotoran kambing yang menunjukkan Anda menderita kanker kolon, mencret yang menunjukkan adanya masalah intoleransi usus.

Baca Juga: Manfaat Rebusan Daun Salam Bagi Kesehatan

  • Feses berlendir atau berminyak

Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh anda tidak bisa menyerap lemak dengan sempurna dan bisa jadi merupakan indikasi penyakit pankreas.

  • Mengeluarkan Bau Busuk

Hal ini perlu diwaspadai apalagi bila diiringi dengan warna feses yang kemerahan atau kehitaman. Untuk memastikannya segeralah lakukan pemeriksaan secara medis.

  • Konstipasi atau sembelit yang tak kunjung sembuh

Ini disebabkan oleh kurang serat, kurang minum, konsumsi obat-obatan tertentu dan kurang berolahraga. Namun jika semua solusi sudah dilakukan, namun konstipsi tak juga sembuh, segera periksakan ke dokter karena bisa jadi ada masalah dalam pencernaan anda.

  • Diare yang tak kunjung sembuh

Disebabkan oleh kontaminasi bakteri dan virus. Segera waspadai jika diare tak kunjung sembuh hingga berhari-hari lamanya, karena bisa jadi itu merupakan adanya gangguan serius, misalnya: penyakit crohn, iritasi usus, dan lain sebagainya. Segera periksakan ke dokter agar segera dilakukan upaya medis yang tepat.

Jadi tidak hanya dari kencing saja, ternyata feses dapat mengindikasi adanya penyakit serius yang anda alami. Semoga informasi kesehatan ini bermanfaat bagi anda dan terimakasih telah menyimak artikel kami.

| Cara Mendeteksi Dini Penyakit Dilihat dari Ciri-Ciri Feses